Hal Yang Perlu Kamu Tahu Ketika Membuat Landing Page

Hal Yang Perlu Kamu Tahu Ketika Membuat Landing Page

Landing page saat ini udah menjadi bagian penting dalam bisnis online. Landing page ini fokus pada tujuan tertentu, misalkan halaman pemesanan, halaman tentang produk, ataupun keperluan lainnya…

Kalau dalam funnel, landing page umumnya digunakan untuk merekan email prospek ataupun untuk memberikan penawaran lead magnet. Yuk kita bahas apa saja yang perlu kamu persiapkan ketika membuat sebuah landing page yaaa…

Landing page terdiri dari beberapa komponen :

1) Judul

Judul ini sebaiknya berisi headline tentang apa yang ditawarkan di halaman landing page tersebut. Misalkan berisi penawaran berupa ebook dan video solusi ataupun informasi yang ditukarkan dengan email maupun kontak lainnya.

2) Subheadline

Subheadline biasanya merupakan deskripsi atau manfaat tambahan untuk menjelaskan apa yang bisa diperoleh jika pengunjung bersedia memberikan alamat emailnya.

3) Ajakan

Istilahnya call to action yang merupakan instruksi yang memberi tahu apa yang harus dilakukan pengunjung untuk mendapatkan informasi yang diinginkan. Contoh call to action biasanya : “Masukkan Email Anda Untuk …”

4) Tombol Download

Ini adalah tombol yang terhubung ke sistem opt in dan membantu mengarahkan pengunjung ke halaman terima kasih ketika mereka telah mengisi email maupun form yang sudah diisi.

5) Halaman Terima Kasih

Ini adalah halaman berbeda, yang diakses pengunjung SETELAH mereka memasukkan alamat email mereka.

Biasanya halaman terima kasih ini bisa berisi instruksi berikutnya, ataupun penawaran produk, atau langsung ke halaman download

6) Subscriber

Setelah pengunjung memasukkan alamat email, data mereka akan terekam dalam sistem Anda. Anda bisa menghubungi kembali melalui email, sms, whatsapp, ataupun media lain sesuai dengan petunjuk dibagian sebelumnya. Idealnya Anda bisa mendapatkan data nama, email, dan whatsapp.

7) Autoresponder

Ini merupakan sistem yang bekerja secara otomatis untuk mengirimkan email ketika pengunjung memulai berlangganan konten. Selanjutnya Anda bisa mengirimkan informasi secara berkala ataupun tersetting dengan algoritma tertentu. Misal email pertama terima kasih, esok harinya email perkenalan, hari ke 3 email tentang story, email ke 4 tentang solusi, hingga di email ke 5 Anda bisa menawarkan suatu layanan ataupun produk.

Saat ini Autoresponder di hosting kurang bagus karena email akan dianggap spam bahkan tidak terkirim. Sebaiknya Anda berlangganan layanan email seperti mailchimp atau kirim.email. Atau Anda bisa setting system email sendiri dan langganan SMTP. Tentu untuk set up ini perlu biaya dan skill. Kapan-kapan saya akan sharing pengalaman saya setting server email sendiri, sehingga bisa mengirim email dalam jumlah banyak dengan biaya ekonomis.

8) Form Optin

Ketika menghubungkan landing page dan autoresponder, Anda perlu memahami sedikit kode pemprograman agar form bisa tampin di halaman landing page dengan baik dan bekerja sesuai kemauan kita. Jika Anda masih pemula, bisa saja gunakan plugin untuk menangkap data opt in seperti email, dan disimpan di dahsboard wordpress Anda.

Jika sudah memiliki 100 bahkan 1000 subscriber, sangat disarankan memiliki sisten autoresponder sendiri.

Tentu ada biaya yang diperlukan, sehingga perlu mulai memikirkan bagaimana bisnis model yang Anda tawarkan sehingga subcriber juga bisa menjadi customer, bahkan menjadi pelanggan setia.

9) Serial Email

Setelah email terima kasih, Anda perlu membuat semacam serial email antara 3-8 email yang dikirimkan secara otomatis. Misal di hari 1, lalu di hari 3, lalu di hari ke-5. Anda perlu mempelajari cara menulis email serial ini. Kalau guru saya om russel brunson menyebutnya dengan “soap opera”.

Ini penting karena subscriber baru perlu mengenal Anda maupun produk Anda lebih jauh. Pendekatan dan teknik ini akan membuat pekerjaan Anda memperkenalkan diri bisa lebih mudah dan otomatis!

10) Konversi Opt in

Halaman landing page yang bagus, akan menghasilkan prospek yang banyak. Pertama pastikan Anda sudah mulai menghitung banyaknya traffic kunjungan halaman tersebut. Termasuk mulai mengarahkan teman di social media ataupun menggunakan iklan untuk menawarkan “Lead Magnet” di halaman landing page.

Konversi ini artinya berapa jumlah email / prospek yang didapat dibandingkan dengan jumlah visitor web Anda. Jika Anda menggunakan iklan idealnya bisa mendapatkan konversi 30%. Artinya dari 100 visitor Anda bisa mendapat 30 email. Keren banget tuh!

Dari data ini, nantinya kita bisa mengevaluasi traffic mana yang menghasilkan tingkat opt in tertinggi. Jika perlu juga lakukan A/B test dari halaman landing page. Misal kata-katanya, gambarnya, warna, desainnya, dan sebagainya.

 

Wokeeeee…. Ini adalah dasar yang perlu Anda ketahui tentang Landing Page. Oh, ya jika Anda mau belajar tentang mengembangkan bisnis online silahkan Download Panduan Sukses Bisnis Online di sini.

Semoga ini bisa membantu.